Choose

Standard

“I always had one foot out the door, and that prevented me from doing a lot of things, like thinking about my future and… I guess it made more sense to commit to nothing, keep my options open. And that’s suicide. By tiny, tiny increments.” – High Fidelity

image

Hakikat “Sukses”

Standard

Bismillahirahmannirahim. Setelah sekian lama tak menuangkan ide dan gagasan diri, alhamdulillah penulis telah menyelesaikan studi penulis di program studi teknik industri. gurih rasanya jika sebuah artikel opini mewakili kegalauan hati. Musim lebaran 2015 telah berlalu. Hangatnya silaturahmi dan nikmatnya opor ayam sudah menjadi sajian lezat tahunan penikmat hari raya. Begitupun dengan penulis yang merasakan nikmatnya berkumpul dengan handai taulan dari pulau seberang dan hikmah selalu ada disetiap menit hidup ini jika kita membuka hati serta jiwa untuk selalu belajar.

Rasanya sudah bosan dan linu telinga ini mendengar kata “rangking”, “sarjana”, “nikah”, “lulus”, “kerja” terselip di setiap pertanyaan handai taulan yang seringkali dipadukan dengan kata tanya yang dipadukan. Bak sebuah siklus tahunan, hal-hal ini lah yang seringkali ditanyakan sang penanya saat bertemu sanak yang telah lama tak jumpa. pengenyam bangku sekolah akan tentu akan ditanya prestasi sekolah yang diwakili ranking kelas, mahasiswa akan ditanya mengenai kelulusannya, apa pekerjaan nya, kapan akan menikah, dst. lebih lebih kalau ada anggota keluarga yang akhirnya “sukses”, jadi anggota DPR, dapat pangkat, masuk televisi, menjadi pesohor ,berkesempatan pergi kuar negeri dalam rangka study ataupun kerja dll. hingga pada akhirnya yang sudah merasa “sukses” malalui itu semua akan jadi seorang penanya. Ya, kira-kira begitulah siklusnya.

Penanya (Pe) ; Ditanya (Di)

Pe : “Di, kamu kapan ranking berapa? Kemarin itu R**** alhamdulillah ranking 1 loh, di SMA paling bagus lagi di sana”

Di : “Yah kan R**** kan ga sekolah di bandung, di bandung kan susah SMA ** aja ranking 3 udah sukur”

Pe : “Yah pokoknya kalian berdua contolah mas Y***, dulu sekolah ranking 1 terus, sekarang paling maju, sering keluar negeri sama pak menteri, kalo maen ke komplek perkantoran sana siapa yang ga kenal, tinggal ngomong keluarganya Y*** orang manggut-manggut. Jangan kaya H***.”

Ilustrasi diatas menggambarkan bagaimana setiap individu di negeri ini (termasuk penulis), dari belianya didorong, dituntut dan didukung secara moral dan material untuk “sukses” dan menjadi  kebanggaan keluarga dengan jalan mendapatkan peringkat/ranking 1, 2 & 3, Masuk Perguruan Tinggi, terutama di program-program yang terkenal sulit masuknya, Lulus Tepat waktu dengan IP memuaskan/cum laude, Bekerja sehingga mapan finansial, memiliki rumah (tidak ngontrak), punya kendaraan dsb. Tentunya hal hal diatas memang sangat penting dan baik untuk menjadi pencapaian pribadi. tapi celakanya bila hal-hal tersebut menjadi tujuan utama hidup ini.

Coba renungkan perilaku disekitar, bagaimana setelah Ujian Nasional meluap-luapnya kebahagiaan ribuan siswa lepas dari potensi rasa malu yang mereka dapatkan jika tidak lulus. mencoret-coret baju sampai bikini party merupakan bukti “sukses”(?) mereka. Rasa takut akan malu jika tidak lulus juga membuat mereka melakukan segala cara. mulai dari mencontek ringan sampai mengeluarkan uang puluhan juta untuk kunci jawaban.

pun sama, bagi yang mencoba untuk melaksanakan sistem dengan kemampuan sendiri yang pada akhirnya menjadi barisan sakit hati, berbagai keluhan dilakukan sampai menantang menteri pendidikan dasar dan menengah mengerjakan Soal Ujian Nasional. Terakhir, siswa yang tidak lulus pada akhirnya menjadi barisan pesakitan, berjuang keras lepas dari jeratan depresi. tidak sedikit bahkan yang memutuskan untuk menutup cerita hidupnya.

Naik tingkatan situasi tidak jauh berbeda, dimana masuk perguruan tinggi dengan program-program yang terkenal sulit masuknya menjadi “sukses” tertinggi murid SMA sebagai pembuktian pada orangtua dan lingkungannya. berbagai postingan diungkapkan melalui media postingan media sosial menandakan kelegaan yang memuncak serta rasa syukur. kadang menggunakan bahasa yang sangat tidak menjaga perasaan rekan rekannya yang sebagian pada akhirnya menerima pil pahit tidak dapat mendapatkan jurusan idamannya. tidak jarang si pesakitan juga menjadi buah bibir pemanis hari lebaran di lingkungan keluarga.

Coba renungkan antrian panjang setiap digelarnya gelaran pencaian bakat di televisi, apapun itu. lautan manusia rela antre berjam-jam, berbalut keringat, mengelurkan tenaga terbaiknya. karena sudah terbukti bahwa hal ini menjanjikan popularitas, loncatan karir dan finansial dalam hitungan bulan. jalan “sukses” yang relatif cepat juga sering kali  dimanfaatkan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab seperti prostitusi dan perdagangan manusia.

Bagaimana kini penanaman nilai “sukses” materil pada sedari belia membuat generasi muda bangsa secara membabi buta mengejar gelar, pengakuan orang, popularitas, dan kemapanan sebagai “sukses” dunia, lalu buta kepada nilai nilai luhur kehidupan itu sendiri yang sangat jarang diapresiasi. boleh penulis tekankan .

Kapan terakhir kali kita memuji adik, anak, keponakan, teman atau cucu kita karena kerja kerasnya, karena senangnya ia membaca buku, karena kebiasaan disiplinnya, karena prilaku berbaginya pada sesama, karena kejujurannya, karena ibadahnya, karena kreatifitasnya.karena kegigihannya. karena keteguhannya memegang amanah. karena kerendahan hatinya. karena usahanya menjaga perasaan orang lain. karena kesiapannya menerima tanggung jawab. karena keberaniannya mengakui kesalahan dan meminta maaf.

jangan salahkan murid mencontek, membeli kunci jawaban membeli skripsi karena “sukses” baginya adalah lulus.

jangan salahkan kalau makin sedikit sarjana yang tidak menjadi solusi bangsa,pembuka lapangan kerja baru dan memilih berkumpul di ibu kota karena “sukses” baginya adalah mapan finansial.

jangan salahkan hakim, penegak hukum dan pemangku kepentingan bila hukum tajam ke bawah tumpul keatas karena suap yang merajalela, karena “sukses” baginya adalah punya mobil dan rumah. (note: rumah sekarang sangat mahal)

So, jangan salahkan pemimpin bangsa dan wakil rakyat jika tidak amanah, karena “sukses” baginya adalah dihormati orang dan kedudukan tinggi.

Celaka duabelas! karena jika kita muslim, ini adalah bukti kita telah meniadakan peran Allah SWT dalam kesuksesan kita. sebagai muslim kita meng “illah”-kan pencapaian sebagai hal yang mendominasi hati ini sehingga menghalal kan segala cara. Nauzibillah. Lalu apa solusinya? penegakan hukum ? politik kebijakan anggaran? perubahan kurikulum? penanaman efek jera?

So Terakhir, penulis ingin menyampaikan opini sekaligus menyimpulkan tulisan diatas.

JIka pendidikan karakter sumber daya manusia belum menjadi ruh setiap kebijakan bangsa maka setiap solusi yang diajukan akan berbuntut pada masalah baru.

Sulit memang jika kita banyangkan secara makro apa yang harus dilakukan bangsa ini untuk “sembuh”. tapi seperti Aa Gym bilang. yuk 3M.

Mulai Dari Diri sendiri,

Mulai Dari Hal yang Kecil,

Mulai Dari Sekarang.

yuk mulailah malu jika malas, mulai malu jika berbuat curang, mulailah malu jika tidak disiplin, mulailah malu jika tidak kreatif dan inovatif, mulailah malu jika tidak bekerja keras.dan bangalah dengan displin, banggalah dengan kerja keras, banggalah dengan kreatifitas dan kegigihan, banggalah dengan kepedulian dan banggalah atas kemauan untuk bergerak. karena apapun hasilnya sesungguhnya anda telah “sukses”.  Kemapanan finansial, kedudukan, kehormatan, popularitas merupakan sesuatu yang akan mengikuti langkah anda disaat nilai nilai luhur telah mendarah daging dalam perilaku manusia.

dan tulisan ini adalah bukti “sukses” saya. doakan penulis agar bisa selalu istiqomah. amiin.

Samhuri Ikbal Pradana S.T.

Note : opini mengenai solusi makro akan penulis sampaikan pada kesempatan selanjutnya.

Road to Kumoh National Institute of Technology

Standard

sulit menggerakan jemari, merangkai kata. padahal ide, gagasan dan pengalaman sudah ada di kepala. setiap dari kita butuh trigger. buat saya untaian frase indah dari film selalu membuat saya tergugah untuk menulis.

Time takes it all, whether you want it to or not – The Green Miles

well, time flies, sudah setahun lebih sejak saya pertama kali menginjakan kaki di negeri gingseng. ya. satu tahun. kini saya sudah berada di Indonesia, dan tak dipungkiri saya rindu moment tersebut. and its pretty unfair saya tidak pernah bercerita kenapa atau bagaimana saya kesana. mumpung inget, mari nulis.

#1 Announcement

19 Februari 2014, saya bersama rekan-rekan international class mendapat kabar yang cukup mengejutkan. program exchange student yang sudah digadang-gadang sejak Oktober 2013 (read:dan tidak ada kabarnya) tiba-tiba mencuat. akan diumumkan nama-nama mahasiswa yang terpilih membawa nama Telkom University ke Korea Selatan. i still can remember the way my fellow classmates holding their breath when Mr Rino came into the class. It always give me chill. tetep bukan sesuatu yang bisa dibayangkan nama saya terpanggil.

singkat cerita saya bersama 7 orang rekan saya terpilih untuk program ini. and as long as we know, its a promising program. biaya selama kita disana ditanggung dari mulai tuition fee, asrama, makan siang dan malam di cafetaria kampus (prasmanan lagi…). biaya yang harus kita siapkan adalah “bagaimana kita sampai disana”. pasport, visa dan pesawat. sumua tampak indah bukan? sampai kita tahu bahwa perkuliahan spring semester disana sudah dimulai tanggal 1 Maret 2014 dan berkas identitas kami ber-8 harus masuk seminggu sebelumnya, tanggal 23 Februari 2014. ya, 5 hari lagi. i dont even have a passport !

20140225_102556

singkat cerita, menyiapkan “apa yang harus ditinggalkan” dan “apa yang akan di jalani” saat saya belajar di negeri orang adalah hal yang menguras emosi. dan semua harus saya lakukan dalam waktu kurang dari 10 hari. namun

saya belajar, sebesar apapun seseorang, seganas apapun masalah yang dihadapi. ibu selalu menjadi tempat bersandar yang ternyaman di semesta. mungkin sedikit tersaingi oleh Lexington Upholstery Salon Sofa (google it). hehe

banyak detail yang mungkin tak bisa diceritakan. tapi terimakasih yang sebesar-besarnya untuk keluarga, dosen dosen, rekan rekan di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri yang luar biasa. penyesalan terbesar saya adalah meninggalkan rekan saya, M Hilman Kusnawan, Ketua HMTI 2011, setelah amanah yang sudah dipercayakan di HMTI. after all, We make choices, but in the end our choices make us. 🙂

#2 First Experience

27 Maret  2014.

Leaving my own country to go abroad is new for me. bisa dibilang ini pengalaman pertama (cos kali pertama ke negara lain saat saya bahkan belum bisa mengingat). namun bukan hanya itu pengalaman pertama di hari itu. di hari itu pula anak muda tanggung ini mendapat kesempatan sebagai supir pengantin. ya. supir pengantin. anak muda yang bahkan belum punya SIM A! mendapatkan kesempatan tersebut di pernikahan dari kakak sepupu bareng gede yang sudah saya kenal bahkan sejak saya baru mengingat dunia membuat saya sangat bersyukur, karena hari pernikahan itu merupakan pengalaman terakhir penulis melihat Bu’de. sebelum saya sempat menginjakan kaki kembali ditanah air. 2 bulan setelah keberangkatan penulis. beliau menghembuskan nafas terakhir setelah berjuang melawan kanker. pun eyang saya seminggu berselang. Semoga Allah SWT melapangkan kubur meraka dan menjaukan dari segala siksa. Amin.

#3 Incheon

20140627_054236 20140627_054239

If you guys watch myself at the time when i arrive at incheon, you will see 4 years old boys in the candy store for the first time. yeah, tidak ada cara yang lebih mudah untuk mendeskripsikannya. segalanya bukan hanya tampak baru namun juga melegakan. emosi yang terus dikuras selama 10 hari. penuh ketidakpastian. finnaly its happened. bocah kurus (yang pulang-pulang jadi gendut) dari cibinong ini akan mengenyam pendidikan dan pengalaman di negeri park ji sung. i loved every moment of that day. every detail of it. the extreamly cold temperature. the money changer. the airport trolley. the airport subway. so its begin, 4 bulan petualangan, pembelajaran dan pendewasaan. the journey that changed the way i see the world. 🙂

Let’s start asking why

Standard

Sudah bedebu sekali ini laman ini, lama tak menuangkan ide, pengalaman dan pemikkiran dalam untaian kata. bukan perkara mudah memang menjaga konsistensi diri, apalagi dikala tenggelam dalam rutinitas duniawi. maklum sebagai mahasiswa

pejuang skripsi yang masih disibukan dengan 19 sks kuliah dan praktikum. tapi itu bukan alasan saya rasa, saya pikir. pernah rasanya melewati periode lebih produktif daripada 6 bulan ke belakang.

apa saya sudah kehilangan semangat ? tidak juga.

apa kurang waktu untuk menulis? jelas tidak.

apa tidak ada bahan untuk ditulis? banyak sekali hal menarik yang luput dari geliat jari ini.

lalu kenapa mandek? wait a minute..

Kenapa harus nulis?

than i realized that all this time i ask a wrong question. i am not lack of resource. what i was lack is purpose.

“Why you persue something is equally important as what you persue” – Louis Bloom, Nightcrawler (2014)

index

pertanyaan yang fundamental yang selalu luput dari kegiatan duniawi sebagian besar insan di bumi Allah. Pun nyatanya jawabannya tak sesederhana sang pertanyaan. butuh waktu. butuh proses. tapi saya sudah punya jawaban pembuka akan pertanyaan tersebut. So, Why ?

Karena saya selalu ingin belajar menjadi pendengar yang baik untuk kisah hidup saya sendiri

karena memori akal ada batas-nya, banyak pelajaran yang terlupa, hikmah yang terbuang, serta kesalahan yang terulang. diri ini belum jadi ‘pendengar’ yang baik.

so, yet the answer of that particular question is my lifetime quest but i can start to become “good listener”.

PEMIMPIN

Standard

Note : Artikel ini berusaha dibuat senetral mungkin. mogon maaf bila ada kontennya yang mengganggu atau menyalahi peraturan masa tenang kampanye.

Pada 1 Juli 2014, Ba’da shalat zuhur berjamaah bertempat di masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia, saya berkasempatan mendengarkan materi yang disampaikan oleh Menpora periode tahun 2004-2009, Adhyaksa Daud. Beliau menyampaikan, dari hadist yang diriwayatkan Ibnu Bathal Al-Qurthubi, akan ada satu masa kebodohan, saat orang-orang yang amanah dihujani fitnah, namun orang-orang khianat diberi amanah. Saat kefitnahan dilemparkan ke dalam hati dan pembunuhan merajalela. Salah satu penyebabnya adalah Pemimpin.

3 Juli 2013, Masih segar diingatan kita semua bagaimana Abdel Fatah Al-Sisi, seorang panglima perang mesir yang disumpah atas jabatannya dengan Al-Quran diatas kepalanya untuk melindungi Negaranya, memimpin kudeta militer atas presiden sah Mohamed Mohamed Morsi Isa al-Ayyat, dan meruntuhkan kedaulatan ikhwanul muslimin. Setidaknya 1.400 orang tewas sejak Juli 2013 dan lebih dari 15.000 orang dipenjara. Terhitung Juni 2013, Tak berhenti disitu, kini ratusan alim ulama ikhwanul muslimin beserta pengikutnya dihukum mati atas dasar kesetiaannya kepada presiden Morsi.

Throwback 65 tahun kebelakang, bagaimana beberapa orang pemimpin dunia yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari menjadi dalang melayangnya 50 juta nyawa dalam perang dunia ke 2. Nama-nama seperti Adolf Hitler, Benito Mussolini, Hirohito, Franklin Delano Roosevelt dan Stalin kini terabadikan bersama sejarah dunia. Sepanjang sejarah dapat dipastikan bahwa seorang pemimpin besar menjadi agen perubahan baik itu kearah yang lebih baik maupun sebaliknya.

Pada zaman kekhalifahan, umat muslim menganggap sebuah kursi kepempinan sebagai beban berat yang sangat dihindari bukan justru diperebutkan. Beratnya amanah seorang pemimpin sebenarnya telah tertera dalam Al-Qur’an surat Al-Azhab ayat 72 :

إِنَّا عَرَضْنَا الأمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا – See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-al-ahzab-ayat-63-73.html#sthash.hMGOgsEW.dpuf
إِنَّا عَرَضْنَا الأمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا – See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-al-ahzab-ayat-63-73.html#sthash.hMGOgsEW.dpuf

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,(QS. 33:72)

Namun, kepemimpinan juga TIDAK BOLEH KOSONG. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apabila ada tiga orang yang mengadakan perjalanan maka hendaknya mereka menjadikan satu di antara mereka sebagai pemimpin”.Hadis ini mengandung pesan, untuk masalah yang sepele saja harus ada kepemimpinan, apalagi untuk masalah yang lebih besar.

IMG_00002182_edit[1]

Dalam satu kesempatan Ustadz Tifatul Sembiring memaparkan 4 karakter seorang pemimpin. mungkin kita semua sering mendengar 4 karakter ini namun hanya memahaminya sebatas terminologi.

1. Siddiq

Siddiq dalam terminologi berarti benar, namun dalam bahasa kekinian lebih bisa diartikan sebagai BERKARAKTER. Apa yang seorang pemimpin ucapkan selalu sesuai dengan apa yang dipikirkan dan sekuat tenaga  direalisasikan sepanjang waktu selama nafasnya merupakan nafas seorang pemimpin. Kalau seorang pemimpin itu tegas dan keras, ia akan tegas dari dalam hatinya, dalam setiap tindakannya, dalam caranya mengambil keputusan, dan dalam perannya dalam implementasi keputusannya. begitupun kalau seorang pemimpin itu seorang yang bijaksana dan Arif. Itulah yang disebut KARAKTER.

Seorang pemimpin boleh gagal dalam sebuah proyek, dalam pengelolaan, atau dalam apapun karena pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang tak pernah gagal. Namun dalam hal Berkarakter, sekalipun seorang pemimpin tidak boleh gagal a.k.a Mencla-mencle! Seorang ayah yang gagal dalam berkarakter akan menghasilkan anak-anak yang bermental tempe. Seorang guru yang gagal dalam berkarakter mungkin menjadikan anak didiknya hebat secara intelektual namun akan gagal dalam moralitas hingga akhirnya menjadi generasi perusak bangsa.

2. Fatonah

Fatonah arti secara terminologi berarti cerdas. Dalam bahasa kepemimpinan mungkin dapat direpresentasikan dengan kata VISIONER. seorang pemimpin yang fatonah adalah pemimpin yang tahu tujuannya secara jelas, mampu menjabarkan apa saja yang harus ia lakukan untuk mencapainya dan semua dalam orientasi waktu jangka panjang. Secara karakter seorang pemimpin boleh sederhana dan merakyat (no mention), tapi diharamkan untuk seorang pemimpin untuk berfikir sederhana. Masalah yang kini mendera negeri ini adalah masalah-masalah yang kompleks dan melibatkan banyak kalangan. Sehingga kebutuhan negeri ini akan pemimpin yang Fatonah semakin besar untuk mengurai masalah-masalah dan merumuskan solusi-solusi konkretnya.

3. Amanah

Amanah dalam arti secara terminologi berarti dapat dipercaya. Dalam konteks kepemimpinan Amanah bisa diartikan sebagai BERKOMPETEN. Dalam setiap situasi masyarakat bernegara, ada kompetensi dasar yang dibutuhkan seorang pemimpin pada situasi tersebut. kompetensi ini tentu tidak diukur berdasarkan jumlah kantung di kemeja putih anda (no mention). Kompetensi ini yang nantinya menjadi bekal untuk menyelesaikan masalah-masalah dalan situasi tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; ‘bagaimana maksud amanat disia-siakan? ‘ Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (H.R BUKHARI – 6015)

Lalu apakah ketika masalah yang dihadapi sebuah negara adalah krisis moneter maka presiden yang dibutuhkan adalah seorang profesor ekonomi? tentu saja tidak. ingatlah bahwa didunia ini AHLINYA BELUM TENTU JURUSANNYA. Keahlian adalah passion bukan skill. Seorang mahasiswa jurusan hukum universitas Harvard bisa saja merupakan ahli software engineering dunia dikemudian hari. Ya, itulah Bill Gates pendiri dan pemilik Microsoft.

4. Tabligh

Dalam ilmu terminologi adalah menyampaikan. Dalam proses kepemimpinan mungkin jauh lebih dikenal dengan KEMAMPUAN MENGGERAKAN ORANG LAIN. Seorang pemimpin besar dengan pencapaian besar diberkati dengan kemampuan Tabligh hebat. Masih terngiang di para veteran perang Jerman, ketika pidato-pidato Hitler membakar semangat mereka. Juga pada saat pidato Martin Luther King,Jr, “I Have a Dream”, menggerakan proses kesetaraan ras dan penghentian diskriminasi di Amerika. Visi besar seorang pemimpin tidak akan terlaksana tanpa Tabligh.

EPILOG

Banyak masyarakat apatis kita yang selalu beranggapan “tidak memilih” juga merupakan pilihan. saya sependapat.

Sebagai manusia kita bebas memilih dalam setiap kesempatan karena hidup sepenuhnya adalah pilihan. Namun ingatlah sebagai manusia kita juga tidak akan bisa memilih konsekuensi dari pilihan kita.

Sebagai masyarakat cerdas dan umat muslim yang mencintai Rasulnya sudah sepantasnya kita menggunakan hak pilih kita karena dalam islam sebuah sepemimpinan merupakan suatu keharusan dan kita harus menentukan sikap. Semoga 9 Juli nanti merupakan Lecutan kemajuan bangsa ini dan kemenangan kita sebagai masyarakat demokrasi. Amin!

 

Seoul, when the future meet the past (1)

Standard

Jelas, bicara tentang Republic of Korea memang tak akan lepas dari hingar bingar kota yang satu ini. banyak yang menyebutnya “the Big Apple of Asia”. Ya, Seoul merupakan ibu kota dari korea selatan atau republic of korea. Dengan luas 605.21 km2, kota ini merupakan pusat ekonomi dan pariwisata korea sekaligus menjadi salahsatu alasan utama pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara negara ini mencapai 28,7% (source : http://kto.visitkorea.or.kr/eng/tourismStatics/keyFacts/KoreaMonthlyStatistics.kto).

Kenapa saya tidak membicarakan seoul sejak artikel pertama? karena jelas terlalu banyak yang bisa dibahas dari kota Indah yang satu ini. Sulit mengumpulkan niat untuk mulai membahas kota yang satu ini. Hampura… Dua magnet turis utama diseoul adalah pusat kebudayaan dinasti joseon dan keindahan arsitektur modern serta tata kota seoul. cara paling mudah mengelilingi kota Seoul adalah dengan menggunakan subway dan sistem card payment nya yang praktis. Ane bakal sedikit mengulas mengenai tempat-tempat terbaik seoul macam profesional. ^^,

1. Gyeongbok palace

20140405_152022

Gyeongbok palace adalah istana terbesar yang didirikan oleh Dinasti Joseon pada abad ke-14. pada abad ke 19, istana ini diluluhlantahkan oleh kolonial jepang. Sejak saat itu istana ini perlahan-lahan dipulihkan kebentuk asalnya. kini 40% bentuk awalnya sudah mulai terbentuk kembali seperti sedia kala. Suasana yang paling indah terutama dipuncak musim spring dan fall dimana pepohonan dan rerumputan beraneka warna menghiasi taman istana. Danau atau kolam kolam berbagai ukuran bertebaran memantulkan keindahan bangunan bangunan istana pada permukaan airnya. Setiap pagi sekitar pukul 10 diadakan upacara pergantian penjaga yang selalu menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara.

20140405_152922 20140405_153049

Namun, menurut saya hal yang paling memukau adalah dimana kontrasnya tata kota disekitar bangunan istana. Indahnya bangunan khas dinasti Joseon berpadu dengan bangunan serta hiruk pikuk kota metropolitan dan gedung gedung tinggi disekelilingnya. Dari sini istilah “when the future meet the past”

2. Chonggyecheon stream

Chonggyecheon stream adalah tempat rekreasi dijantung kota seoul berupa aliran sungai kecil yang ditata sedemikian rupa sehingga memancarkan pesona malam yang sangat indah. dihiasi lampu lampu gemerlap sepanjang 8.4 km. pembangunannya sendiri dari tahun ke tahun menuai beragam kontroversi karena chonggyecheon sendiri awalnya merupakan kawasan kumuh dipinggir sungai yang ditutup karena tingkat polusi air yang tinggi.

20140502_215207

Namun dibawah sang pemimpin industri Korea, Park Cung Hae, Conggyecheon diubahnya menjadi salah satu tempat terindah diseoul, jika bukan dikorea. disini sering diadakan beragam festival tahunan korea. Penulis berkesempatan menikmati salahsatu festival nya yaitu Seoul Lantern fastival. Daebak!

20140502_214528

3. Dongdaemun Design Plaza

20140502_150748

Satu lagi keajaiban arsitektur dari seoul yaitu dongdaimun design plaza. Bentuk bangunan penuh sisi-sisi tumpul unik yang menciptakan kesan elegan dan futuristik. didalamnya terdapat berbagai pameran design dan fotografi yang temanya selalu berubah. Dari tempat ini kita bisa membeli tiket langusung untuk menikmati Seoul city tour bus.

20140502_150859 20140502_151102

4. Youido Park dan Youido Hangang Park

Youido park membentang indah sejak diresmikan pada februari 1999. Taman yang bertemakan hutan tradisional Korea ini menyediakan tempat berelaksasi di pavilion-pavilion serta kolam kolam teratainya. Bagi travellers yang suka suasana sejuk dan menenangkan, taman ini merupakan pilihan terbaik.20140502_174859

Diujung taman ini terbentang taman lain yang dinamakan Youido Hangang park.  Taman ini terletak dipinggir sungai han dan letaknya tak jauh dari kedutaan besar Indonesia di Seoul. Darisini anda bisa memilih untuk menaiki cruise tour untuk menyusuri keindahan sungai Hangang dan pesisir nya atau sekedar bersepeda santai. Ditaman ini travellers bisa menikmati berbagai streets peformance mulai dari street dance, parody, stand up, acoustic preformance dan masih banyak lagi. pada musim semi, taman ini dipenuhi tenda-tenda masyarakat korea yang ingin menikmati keindahan sakura 🙂

20140406_135037 20140406_142705

5. King Sejong The Great Memorial Museum

Musium ini didedikasikan untu King Sejong, raja keempat dinasti Jaseon sekaligus pencipta huruf hangul yang sampai sekarang menjadi bahasa kebanggaan rakyat korea. Didalam musium ini kita bisa melihat sejarah perkembangan bahasa Korea, perlengkapan Dinasti joseon, sampai replika kapal perang yang digunakan pasukan kerajaan untuk mengusir jepang pada dinasti joseon. Semua disajikan interaktif menggunakan interface yang memudahkan pengunjung.

20140502_205652

6 (Bonus) Shooting The Avanger 2: Age of Ultron

Alhamdulillah saya berkesempatan untuk melihat langsung pengambilan adegan untuk film yang akan keluar pada tahun 2015 Avanger 2: Age of Ultron yang bertempat di distrik Gangnam. meskipun semua aktor yang terlibat hanya merupakan stuntman, event ini menjadi magnet bagi para turis, terutama para pecinta marvel, Puluhan Costplayer ikut memeriahkan event ini. kita bisa melihat langsung peralatan unik untuk mengambil adegan adegan laga yang dilakukan para stuntman. dalam adegan tersebut dapat dilihat stuntman yang memerankan Black Widow (Scarlett Johanson) melakukan adegan pengejaran menggunakan motor yang menjadi ciri khas Captain America. cek videonya di http://youtu.be/FDx1IVlGBqQ & http://youtu.be/tL8cdVxl6KM

20140406_110028

Sekian bagian pertama ulasan saya mengenai Seoul semoga segera dilanjutkan dengan ulasan selanjutnya, banyak yang dapat kita nikmati dari seoul mulai dari estetika korea tempo dulu sampai dinamika kota metropolitan yang sulit disamai oleh kota-kota lain. sekian ^^~