Road to Kumoh National Institute of Technology

Standard

sulit menggerakan jemari, merangkai kata. padahal ide, gagasan dan pengalaman sudah ada di kepala. setiap dari kita butuh trigger. buat saya untaian frase indah dari film selalu membuat saya tergugah untuk menulis.

Time takes it all, whether you want it to or not – The Green Miles

well, time flies, sudah setahun lebih sejak saya pertama kali menginjakan kaki di negeri gingseng. ya. satu tahun. kini saya sudah berada di Indonesia, dan tak dipungkiri saya rindu moment tersebut. and its pretty unfair saya tidak pernah bercerita kenapa atau bagaimana saya kesana. mumpung inget, mari nulis.

#1 Announcement

19 Februari 2014, saya bersama rekan-rekan international class mendapat kabar yang cukup mengejutkan. program exchange student yang sudah digadang-gadang sejak Oktober 2013 (read:dan tidak ada kabarnya) tiba-tiba mencuat. akan diumumkan nama-nama mahasiswa yang terpilih membawa nama Telkom University ke Korea Selatan. i still can remember the way my fellow classmates holding their breath when Mr Rino came into the class. It always give me chill. tetep bukan sesuatu yang bisa dibayangkan nama saya terpanggil.

singkat cerita saya bersama 7 orang rekan saya terpilih untuk program ini. and as long as we know, its a promising program. biaya selama kita disana ditanggung dari mulai tuition fee, asrama, makan siang dan malam di cafetaria kampus (prasmanan lagi…). biaya yang harus kita siapkan adalah “bagaimana kita sampai disana”. pasport, visa dan pesawat. sumua tampak indah bukan? sampai kita tahu bahwa perkuliahan spring semester disana sudah dimulai tanggal 1 Maret 2014 dan berkas identitas kami ber-8 harus masuk seminggu sebelumnya, tanggal 23 Februari 2014. ya, 5 hari lagi. i dont even have a passport !

20140225_102556

singkat cerita, menyiapkan “apa yang harus ditinggalkan” dan “apa yang akan di jalani” saat saya belajar di negeri orang adalah hal yang menguras emosi. dan semua harus saya lakukan dalam waktu kurang dari 10 hari. namun

saya belajar, sebesar apapun seseorang, seganas apapun masalah yang dihadapi. ibu selalu menjadi tempat bersandar yang ternyaman di semesta. mungkin sedikit tersaingi oleh Lexington Upholstery Salon Sofa (google it). hehe

banyak detail yang mungkin tak bisa diceritakan. tapi terimakasih yang sebesar-besarnya untuk keluarga, dosen dosen, rekan rekan di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri yang luar biasa. penyesalan terbesar saya adalah meninggalkan rekan saya, M Hilman Kusnawan, Ketua HMTI 2011, setelah amanah yang sudah dipercayakan di HMTI. after all, We make choices, but in the end our choices make us. 🙂

#2 First Experience

27 Maret  2014.

Leaving my own country to go abroad is new for me. bisa dibilang ini pengalaman pertama (cos kali pertama ke negara lain saat saya bahkan belum bisa mengingat). namun bukan hanya itu pengalaman pertama di hari itu. di hari itu pula anak muda tanggung ini mendapat kesempatan sebagai supir pengantin. ya. supir pengantin. anak muda yang bahkan belum punya SIM A! mendapatkan kesempatan tersebut di pernikahan dari kakak sepupu bareng gede yang sudah saya kenal bahkan sejak saya baru mengingat dunia membuat saya sangat bersyukur, karena hari pernikahan itu merupakan pengalaman terakhir penulis melihat Bu’de. sebelum saya sempat menginjakan kaki kembali ditanah air. 2 bulan setelah keberangkatan penulis. beliau menghembuskan nafas terakhir setelah berjuang melawan kanker. pun eyang saya seminggu berselang. Semoga Allah SWT melapangkan kubur meraka dan menjaukan dari segala siksa. Amin.

#3 Incheon

20140627_054236 20140627_054239

If you guys watch myself at the time when i arrive at incheon, you will see 4 years old boys in the candy store for the first time. yeah, tidak ada cara yang lebih mudah untuk mendeskripsikannya. segalanya bukan hanya tampak baru namun juga melegakan. emosi yang terus dikuras selama 10 hari. penuh ketidakpastian. finnaly its happened. bocah kurus (yang pulang-pulang jadi gendut) dari cibinong ini akan mengenyam pendidikan dan pengalaman di negeri park ji sung. i loved every moment of that day. every detail of it. the extreamly cold temperature. the money changer. the airport trolley. the airport subway. so its begin, 4 bulan petualangan, pembelajaran dan pendewasaan. the journey that changed the way i see the world. 🙂

Seoul, when the future meet the past (1)

Standard

Jelas, bicara tentang Republic of Korea memang tak akan lepas dari hingar bingar kota yang satu ini. banyak yang menyebutnya “the Big Apple of Asia”. Ya, Seoul merupakan ibu kota dari korea selatan atau republic of korea. Dengan luas 605.21 km2, kota ini merupakan pusat ekonomi dan pariwisata korea sekaligus menjadi salahsatu alasan utama pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara negara ini mencapai 28,7% (source : http://kto.visitkorea.or.kr/eng/tourismStatics/keyFacts/KoreaMonthlyStatistics.kto).

Kenapa saya tidak membicarakan seoul sejak artikel pertama? karena jelas terlalu banyak yang bisa dibahas dari kota Indah yang satu ini. Sulit mengumpulkan niat untuk mulai membahas kota yang satu ini. Hampura… Dua magnet turis utama diseoul adalah pusat kebudayaan dinasti joseon dan keindahan arsitektur modern serta tata kota seoul. cara paling mudah mengelilingi kota Seoul adalah dengan menggunakan subway dan sistem card payment nya yang praktis. Ane bakal sedikit mengulas mengenai tempat-tempat terbaik seoul macam profesional. ^^,

1. Gyeongbok palace

20140405_152022

Gyeongbok palace adalah istana terbesar yang didirikan oleh Dinasti Joseon pada abad ke-14. pada abad ke 19, istana ini diluluhlantahkan oleh kolonial jepang. Sejak saat itu istana ini perlahan-lahan dipulihkan kebentuk asalnya. kini 40% bentuk awalnya sudah mulai terbentuk kembali seperti sedia kala. Suasana yang paling indah terutama dipuncak musim spring dan fall dimana pepohonan dan rerumputan beraneka warna menghiasi taman istana. Danau atau kolam kolam berbagai ukuran bertebaran memantulkan keindahan bangunan bangunan istana pada permukaan airnya. Setiap pagi sekitar pukul 10 diadakan upacara pergantian penjaga yang selalu menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara.

20140405_152922 20140405_153049

Namun, menurut saya hal yang paling memukau adalah dimana kontrasnya tata kota disekitar bangunan istana. Indahnya bangunan khas dinasti Joseon berpadu dengan bangunan serta hiruk pikuk kota metropolitan dan gedung gedung tinggi disekelilingnya. Dari sini istilah “when the future meet the past”

2. Chonggyecheon stream

Chonggyecheon stream adalah tempat rekreasi dijantung kota seoul berupa aliran sungai kecil yang ditata sedemikian rupa sehingga memancarkan pesona malam yang sangat indah. dihiasi lampu lampu gemerlap sepanjang 8.4 km. pembangunannya sendiri dari tahun ke tahun menuai beragam kontroversi karena chonggyecheon sendiri awalnya merupakan kawasan kumuh dipinggir sungai yang ditutup karena tingkat polusi air yang tinggi.

20140502_215207

Namun dibawah sang pemimpin industri Korea, Park Cung Hae, Conggyecheon diubahnya menjadi salah satu tempat terindah diseoul, jika bukan dikorea. disini sering diadakan beragam festival tahunan korea. Penulis berkesempatan menikmati salahsatu festival nya yaitu Seoul Lantern fastival. Daebak!

20140502_214528

3. Dongdaemun Design Plaza

20140502_150748

Satu lagi keajaiban arsitektur dari seoul yaitu dongdaimun design plaza. Bentuk bangunan penuh sisi-sisi tumpul unik yang menciptakan kesan elegan dan futuristik. didalamnya terdapat berbagai pameran design dan fotografi yang temanya selalu berubah. Dari tempat ini kita bisa membeli tiket langusung untuk menikmati Seoul city tour bus.

20140502_150859 20140502_151102

4. Youido Park dan Youido Hangang Park

Youido park membentang indah sejak diresmikan pada februari 1999. Taman yang bertemakan hutan tradisional Korea ini menyediakan tempat berelaksasi di pavilion-pavilion serta kolam kolam teratainya. Bagi travellers yang suka suasana sejuk dan menenangkan, taman ini merupakan pilihan terbaik.20140502_174859

Diujung taman ini terbentang taman lain yang dinamakan Youido Hangang park.  Taman ini terletak dipinggir sungai han dan letaknya tak jauh dari kedutaan besar Indonesia di Seoul. Darisini anda bisa memilih untuk menaiki cruise tour untuk menyusuri keindahan sungai Hangang dan pesisir nya atau sekedar bersepeda santai. Ditaman ini travellers bisa menikmati berbagai streets peformance mulai dari street dance, parody, stand up, acoustic preformance dan masih banyak lagi. pada musim semi, taman ini dipenuhi tenda-tenda masyarakat korea yang ingin menikmati keindahan sakura 🙂

20140406_135037 20140406_142705

5. King Sejong The Great Memorial Museum

Musium ini didedikasikan untu King Sejong, raja keempat dinasti Jaseon sekaligus pencipta huruf hangul yang sampai sekarang menjadi bahasa kebanggaan rakyat korea. Didalam musium ini kita bisa melihat sejarah perkembangan bahasa Korea, perlengkapan Dinasti joseon, sampai replika kapal perang yang digunakan pasukan kerajaan untuk mengusir jepang pada dinasti joseon. Semua disajikan interaktif menggunakan interface yang memudahkan pengunjung.

20140502_205652

6 (Bonus) Shooting The Avanger 2: Age of Ultron

Alhamdulillah saya berkesempatan untuk melihat langsung pengambilan adegan untuk film yang akan keluar pada tahun 2015 Avanger 2: Age of Ultron yang bertempat di distrik Gangnam. meskipun semua aktor yang terlibat hanya merupakan stuntman, event ini menjadi magnet bagi para turis, terutama para pecinta marvel, Puluhan Costplayer ikut memeriahkan event ini. kita bisa melihat langsung peralatan unik untuk mengambil adegan adegan laga yang dilakukan para stuntman. dalam adegan tersebut dapat dilihat stuntman yang memerankan Black Widow (Scarlett Johanson) melakukan adegan pengejaran menggunakan motor yang menjadi ciri khas Captain America. cek videonya di http://youtu.be/FDx1IVlGBqQ & http://youtu.be/tL8cdVxl6KM

20140406_110028

Sekian bagian pertama ulasan saya mengenai Seoul semoga segera dilanjutkan dengan ulasan selanjutnya, banyak yang dapat kita nikmati dari seoul mulai dari estetika korea tempo dulu sampai dinamika kota metropolitan yang sulit disamai oleh kota-kota lain. sekian ^^~

 

 

 

 

 

 

Busan, Jawel of The Shore

Standard

        Busan, kota terbasar kedua setelah seoul. Dihuni lebih dari 4 juta jiwa, kota ini merupakan pelabuhan tersibuk ketiga didunia. Setengah dari komoditi ekspor korea dikapalkan dari kota yang menjadi tuan rumah pagelaran konfrensi internasional, APEC 2005. Tapi masi sama-sama kesampingkan itu semua, bagi travellers mancanegeara, Busan adalah perpaduan eksotis antara gemerlap kota metropolitan dan suasana pantai yang mendayu-dayu. Alhamdulillah saya berkesempatan mengunjungi kota indah ini 2 kali dan yang terakhir emang rada ngegembel ala ala.

DSC_1121cieilah… yuk kita simak sedikit ulasan mengenai objek wisata busan :

1. Heundee Beach Hyundee merupakan pantai yang terletak di distrik heundee, Busan. Yang menjadikan pantai ini begitu spesial adalah jaraknya yang sangat dekat dengan pusat kota Busan sehingga travellers bakal disajikan pemandangan yang rasanya sulit ditemukan ditempat tempat lain. bayangan gedung gedung pencakar langit seakan mabentengi pantai tempat travellers bisa menikmati sunrise indah kota Busan. suara pekikan seagul memekik keheningan pagi seakan bell dimulainya hari indah di Busan. Festival-festival bulanan seperti festifal seni pasir dan sandslidder menambah keindahan pantai yang satu ini.

DSC_1104

 

2. Guanggali Beach Keindahan suasana malam dari pantai ini akan teringiang dimemori travellers semua. Selain pantainya yang dikelilingi gedung pencakar langit busan namun pantai ini langsung menghadap salah satu ikon ternama Busan, Guanggali Bridge. Setiap bulan Oktober di pantai ini diadakan festival kembang api terbesar Korea yang dikenal sebagai Busan Firework Festival.

DSC_0548

3. Yongdusan Park & Busan Tower Yongdu sebenarnya adalah nama satu dari 3 gunung yang paling terkenal dan membentuk kota Busan. Dipuncaknya terdapat lonceng yang dibangun jepang pada masa kolonialisme kini telah disulap menjadi monumen monumen nasional untuk menghormati korban perang serta panglima-panglima perang. Di taman ini juga berdiri kokoh Busan Tower, salah satu ikon kota Busan. Dari puncaknya kita bisa menikmati indahnya kota ini mulai dari kesibukan pelabuhan Busan, semenanjung serta pulau pulau kecil di ujung cakrawala serta indahnya Gamcheon cultural village.

20140316_175312 DSC_075220140316_170242 4. Gamcheon Cultural Village Jejeran rumah penuh warna, hiruk pikuk pedagang otok, pameraan seni dan kesenian mural. Ya, semua kata itu bisa merepresentasikan Gamcheon Cultural Village. Untuk mencapai tempat ini travellers harus menaiki bis kecil di halte bus jagalchi market. Tempat ini cukup terkenal buat travelles yang punya passion fotografi karena ditempat ini banyak photospot yang menarik. 20140316_124245 20140316_124741 5. Nampo-Dong & (Busan International Film Festival) Nampo dong merupakan jalan di pusat kota Busan yang menjadi pusat perbalanjaan kota eksotis yang satu ini. Selain brand-brand ternama dunia, travellers juga bisa membeli douvenir-soouvenir khas Busan dan street food khas korea seperti bibimbab dan Murnongmyon.20140316_162921

6. Jagalchi Market Pasar ini merupakan pasar seafood terbesar di korea. Makanan laut yang dijajakan disini sangat segar bahkan sebisa mungkin ditangkap hidup-hidup mulai dari Hiu, lobster, gurita, berbagai macam ikan, sampai makanan semacam sea urchin. Bagi travellers yang doyan seafood bisa juga langsung makan siang atau malam langsung dipasar ini karena banyak juga kedai kedai yang menyediakan jasa pengolahan ikan dan bahan laut segar nom nom nom.

 

20140316_150009
DAEBAK!!

Voluntary Work in Daehaminguk

Standard

Pada minggu kedua kedatangan saya di negeri gingseng ini, international office Kumoh National Institute of Technology international student dari berbagai negara ditawari untuk menjadi bagian dalam voluntary activity. kebetulan berdasarkan deskripsi kegiatannya, kegiatan yang dilakukan kebetulan sangat menarik  yaitu memperkenalkan Indonesia kepada anak-anak sekolah sekalgus mengajarkan mereka berbahasa Inggris. setiap voluteer didampingi satu mhasiswa korea dan pendamping saya adalah mahasiswa bernama Shim hyo seob. Saya sudah tak sabar mengajar anak anak highschool korea hahahaha

Activity 1

kegiatan pertama dilakukan tanggal 16 april 2013. ternyata jauh panggang dari api. alasan utamanya adalah karena ternyata kesempatan yang diterima adalah mengajar di sebuah elementary school. Letak elementary school ini di suburb kota Daegu. Bisa dibayangkan kalau mahasiswa korea saja masih banyak yang kesulitan berkomunikasi dengan bahasa Inggris apalagi anak 4 SD nya!!!!! yah tapi dengan metode kuis dan game yang saya bawakan saya pikir mereka cukup mengerti apa yang disampaikan (NB : berkat Shim sebetulnya karena Shim menerjemahkan apapun yang saya ucapkan ke bahasa korea.)

DSC_0377DSC_0345

Anak-anak sangat interaktif dan antusias meski dengan keterbatasan bahasa. pertanyaan yang mereka ajukan pun cukup unik seperti apa pekerjaan orang indonesia, bagaimana bentuk rumah dan keluarga di indonesia atau bagaimana bentuk mobil di Indonesia. padahal mobil dimana juga yah gitu gitu aja -_- yah namanya juga anak anak..

Activity 2

Kegiatan kedua dilakukan pada tanggal 16 Mei 2014. Berkaca dari pengalaman pertama saya, saya lebih memfokuskan ke game lalu materi materi unik seperti lebaran, makanan makanan korea yang mirip dengan indonesia, hewan hewan apa yang ada diindonesia. Amunisi siap persiapan matang, namun lagi lagi ekspektasi jauh dari realita. anak-anak yang harus saya ajarkan bahasa inggris.. kelas 1 SD!!!! Wat?? yah mereka sangat lucu dan menggemaskan, tapi suasana presentasinya bak ricuh sidang DPR membahas UU tenaga kerja (lebay). setiap kalimat disela dengan pertanyaan secara bertubi tubi. pertanyaannya pun jauh lebih ngaco daripada presentasi yang pertama. “kakak, diindonesia ada srigala?” “ada babi gak disana kak?” “di laut ada ikan apa aja?” -__- hahaha yasudah lah, tapi kegiatan kedua ini sangat seru karena selain anak anaknya sangat menggemaskan tapi sekolah kali ini terletak di pinggir gimcheon di salah satu kaki gunung terkenal dikota tersebut. perjalanan 3 jam terbayarkan lunas dengan pemandangan yang disuguhkan. Daebak!

DSC_0923

DSC_0922DSC_0903

 DSC_0894

Activity 3

Kegiatan terakhir dilakukan pada tanggal 13 Juni 2014. Akhirnya dikegatan terakhir bisa presentasi properly karna kali ini yang saya sambangi Gumi middle school..ralat gumi GIRL middle school. Ya, semua murdnya perempuan loh :)) sampai ditempat kita disambut jeritan keras remaja wanita bak menyambut artis k-pop macam Yonghwa atau Kai EXO (serius ga dilebih-lebihkan). yah saya juga sadar ngga ganteng ganteng amat kok kami, tapi karena jarang juga mungkin mereka bisa melihat lawan jenis. hahaha

Bisa dibayangkan pertanyaan pertanyaan yang mereka tanyakan ngga jauh dari profil kita berlima, cowok cowok yang mereka anggap bidadara dari gunung olympus, tidak ada yang berkaitan dengan presentasi tentang Indonesia. “Umur kaka berapa?” “sudah punya pacar?” “bisa nyanyi gak?” “pernah ciuman gak?” -_-

DSC_1384

Dengan berakhirnya voluntary activity terakhir, berakhir juga petualangan misi budaya yang saya emban, memperkenalkan Indonesia kepada dunia. mungkin jauh dari ekspektasi namun saya bisa terus belajar dari pengalaman dan memaksimalkan peran saya untuk negeri dikesempatan mendatang. sedikit kenang kenangan, saya diberi sertifikat langsung dari dinas pendidikan pemerintah provinsi Gyeongsangbuk-do.

20140619_141535[1]

Namun, saya juga berkesampatan menjalani voluntary activity lain yang diselenggarakan English club sebanyak 2 kali, saya akan ceritakan di artikel lainnya. ^^,

 

 

 

 

 

 

Gerak Bro! korean version

Standard

Menjadi insan sehat mungkin suatu anugrah yang paling sering kita nikmati dan paling jarang kita syukuri, tentunya sampai kenikmatan tersebut dicabut.  Indonesia tercatat sebagai negara dengan penduduk yang paling jarang berolahraga, disusul negara tetangga singapura. Penelitian yang dilakukan oleh Fonterra dalam rangka menyambut hari osteoporosis dunia menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang paling tidak aktif di mana 68 persen respondennya menyatakan mereka berolahraga kurang dari tiga kali seminggu. Source : http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=199953

Survei juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia ternyata lebih suka mengisi waktu luangnya dengan kegiatan pasif untuk melepas stres, seperti menonton televisi atau film (57 persen), berkumpul dengan teman (49 persen) dan menghabiskan waktu bersama keluarga atau anak (45 persen). Sedangkan mereka yang berolahraga di waktu luang hanya sebesar 26 persen. source :http://us.life.viva.co.id/news/read/467287-studi–rakyat-indonesia-paling-jarang-olahraga

“It is health that is real wealth and not pieces of gold and silver.” – Mahatma Gandhi

Well, mari kita lihat di negara yang sekarang sedang jadi tempat ane berlabuh, south korea. Jujur, penulis belum berusaha mencari tentang data kesehatan atau mortalitas factor di korea. tapi yang saya alami kegiatan dan amati disini begitu luar biasa. bisa terlihat dengan mata telanjang bahwa antusiasme masyarakat untuk menjaga kebugaran dan kesahatanya bertemu dengan semangat pemerintah baik pusat maupun daerah untuk membangun infrastruktur yang menunjang. berikut fakta fakta lapangannya :

1. Alat-alat kebugaran gratis mudah ditemukan disetiap pojok jalan.

mulai dari ibu kota seoul sampai kota kecil seperti Hadong di daerah selatan memiliki standar yang sama untuk infrastruktur yang satu ini. banyak warga mulai dari anak-anak sampai lansia yang menggunakannya untuk mengisi waktu luang sekaligus menjaga kebugaran. daebak!

2. Cycling track dengan pemandangan yang luar biasa

Bersepeda merupakan salah satu cara memperkuat otot dan sistem rangka. Puluhan cycling track dibangun pemerintah korea selatan tentu saja dengan kelengkapan yang tidak main main. pos checkpoint dan reparasi, camping ground, binokular, serta jembatan-jembatan khusus sepeda dibangun tentu saja dengan budget yang tidaklah sedikit. pembangunan infrastruktur tersebut juga dibarengi dengan perencanaan tata kota yang baik sehingga sangat bersahabat untuk para pecinta sepedah.

3. setiap kota memiliki standar fasilitas penunjang kesehatan yang baik

Lapangan sepak bola, basket, gymnasium, running track, tenis, futsal dan sebagainya sangat mudah ditemukan seluruh kota dan sebagian besar terbuka untuk umum dan gratis. kebanyakan ditempatkan didekat lembaga-lembaga pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai tingkat universitas. disini penulis berkesempatan merasakan keramahan orang dari berbagai negara lewat olahraga. ^^,

Epilog

Seberapapun baiknya infrastruktur olahraga, semua kembali lagi ke diri masing-masing. Kenikmatan apapun yang ada didunia ini sesungguhnya akan sirna seketika disaat kesehatan kita dicabut. jadi yuk kita mulai biasakan “berkeringat”, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang. ^^

 

 

 

Jinhae, Korean Spring Paradise

Standard

Cuaca yang hangat bersahabat, bunga-bunga bermekaran tepat setelah musim dingin, festival-festival bermunculan di setiap sudut kota. Ya, apalagi kalau bukan musim semi. Untuk para travellers yang melancong ke korea, musim semi merupakan musim terbaik untuk menjalankan petualangan anda disini. Dan salah satu tempat terindah untuk travellers menghabiskan musim semi tak terlupakan adalah…. jinhae. loh kok bukan kota-kota besar seperti Busan atau Seoul? belum pernah dengar tentang jinhae ? tenang guys, jinhae memang kota kecil di selatan korea.

jinhae 2

jinhae 1

Letaknya yang berdekatan dengan Busan membuat sinarnya tertutup gemerlap kota Busan dan tempat-tempat shopingnya yang terkenal. kota kecil dipesisir pantai ini hampir tidak memiliki sesuatu yang spesial, sudut-sudut kota yang biasa, pesisir pantai yang penuh sesak akan nelayan, tempat menarik mungkin hanya jinhae tower yang jelas kalah total dibandingkan dengan megahnya Namsan (Seoul) tower, Busan tower ataupun Daegu tower. Tapi setiap tahun antara bulan maret dan bulan april kota ini disulap menjadi ‘surga kecil’ lewat festival spring cherry blossom terbesar dan terindah dikorea, Jinhae Gunhangje Festival. Jinhae sendiri memang terkenal karena memiliki jumlah pohon cherry blossom atau yang lebih familiar dengan nama sakura tebanyak bukan hanya dikorea namun juga dunia. Festival tahun ini berlangsung dari 1-10 april 2014. Berikut adalah spot-spot menarik yang merupakan primadona kota ini pada saat spring :

  1.  Gyeonghwa station.

Gyeonghwa station merupakan stasiun kecil di kota jinhae. Selain musim semi, stasiun ini mungkin hanya stasiun kecil yang tidak menarik perhatian.

gyeonghwa-stationNamun saat musim semi tiba rimbun cherry blosoom membentuk terowongan sakura sepanjang hampir 800 meter. Perpaduannya dengan rel kereta dan kereta api yang lalu lalang dengan perlahan menjadikan tempat ini semakin eksotis dan magnet para turis.

eab2bded9994ec97ad

20140402_120316

Selain menikmati pemandangan yang memanjakan mata, anda juga bisa menikmati jajanan gunhangje festival mulai dari honey waffle, kebab, atau jajanan khas korea seperti otouk. Nyam nyam ^^ sedikit tips dari kami : cobalah datang pada saat weekdays, karena pada weekends tempat ini akan penuh sesak oleh turis lokal yang berpiknik.

PicsArt_1396412962162

2. Mt. Jehwang Park Monorail & Love stairs.

Mt. Jehwang adalah bukit dipusat kota jinhae. diatasnya berdiri kokoh jinhae tower dan terbentang Mt. Jehwang park yang indah, tempat anda bisa melihat seluruh kota jinhae dan keindahan pelabuhan nelayannya. Untuk menaiki bukit ini ada 2 jalan yaitu menaiki monorail dan menaiki tangga ‘1 tahun’. Tenang.. tenang.. yang dimaksud satu tahun bukan durasi waktu kita menaikinya namun jumlah anak tangga nya yang berjumlah 365 seperti jumlah hari dalam satu tahun. Di sepanjang tangga ini juga banyak spot-spot romantis untuk bersantai menikmati keindahan kota jinhae.

Selain menaiki tangga tersebut anda bisa menaiki monorail. Harga tiketnya pun cukup terjangkau yaitu 2000 won untuk sekali jalan. Tips : untuk menghemat energi saat menaiki Mt. Jehwang belilah tiket monorail. Lalu kita bisa menikmati tangga ‘1 year’ ketika turun.

20140402_15585020140402_165252

3. Yeojwacheon Romance Bridge

Yeojwacheon Romance Bridge merupakan rangkaian jembatan kayu yang menyebrangi ‘selokan’ kecil di dekat jinhae station. Namun jangan terkecoh, selokan ini sangat bersih dan tertata dengan sangat rapih. Macam-macam bunga seperti aster kuning dan putih menghiasi pinggiran sungai kecil ini. Namun lagi-lagi yang menjadi atraksi utama adalah terowongan cherry blosoom yang terbentuk sempurna menaungi jembatan kayu dibawahnya, membuat suasana menjadi sangat romantis.

cherry-blossom-festival-in-jinhae-8-jpg

Saat festival gunhangje berlangsung ornamen ornamen seperti lampion, payung dan hiasan-hiasan lainnya membuat pesona tempat ini memancar baik disiang maupun malam hari.

cherry-blossom-festival-in-jinhae-5-jpgYeoJwaCheon II

4. Jinhae tower

cherry-blossom-festival-in-jinhae-6-jpgtempatnya yang berada di sebuah kota kecil di selatan korea mungkin membuat kita semua menganggap remeh menara yang satu ini. Pemandangan malam hari dipuncak menara ini mungkin kalah dengan pemandangan gemerlap kota seoul diwaktu malam. Namun bisa dibilang sunset di puncak menara ini merupakan yang terbaik di korea. Bagaimana tidak, perpaduan antara daratan dan pulau kecil di sepanjang semenanjung korea, pemadangan laut lepas serta aktivitas nelayan dan kapal kargonya, semua dipadukan dengan hamparan karpet merah muda cherry blossom dari kota jinhae yang eksotis. Ya, Spektakuler!

 20140402_171257 20140402_171835

5. Jinhae Fire Work Festival

Puncak perayaan Gunhangje festival adalah jinhae firework festival yang biasanya diadakan pada tanggal 2 april 2014. Setelah seharian berjalan jalan menikmati kota jinhae, mata travellers akan dimanjakan dengan atraksi tarian api dan firework yang indah selama durasi 40 menit.

20140402_202111 20140402_202058 20140402_202046

Tips : datanglah lebih awal, karena untuk medapatkan spot tempat yang strategis karena turis lokal akan memadati area pesisir pantai untuk menikmati moment spring tahunan terbesar di korea yang satu ini.

Nah terakhir, buat kamu para traveller yang ingin bermalam dengan harga yang murah jangan lupa untuk mampir dan menginap di sauna khas korea yang disebut jimjilbang, untuk lebih jelasnya klik disini.

Intinya jika berkesempatan berkunjung ke korea pada bulan april, Jinhae merupakan destinasi wajib yang harus dikunjungi karena panorama dan keindahan cherry blosoom yang spektakuler. Semoga bisa mengulas destinasi lain di kesempatan selanjutnya. Daebak!

Source :

Dokumentasi Pribadi

http://english.visitkorea.or.kr/enu/SI/SI_EN_3_6.jsp?cid=1630721

http://www.boomsbeat.com/articles/736/20140302/50-impressive-photos-of-the-cherry-blossom-festival-in-jinhae-korea.htm

http://discoveringkorea.com/090324/jinhae-cherry-blossom-festival/