Busan, Jawel of The Shore

Standard

        Busan, kota terbasar kedua setelah seoul. Dihuni lebih dari 4 juta jiwa, kota ini merupakan pelabuhan tersibuk ketiga didunia. Setengah dari komoditi ekspor korea dikapalkan dari kota yang menjadi tuan rumah pagelaran konfrensi internasional, APEC 2005. Tapi masi sama-sama kesampingkan itu semua, bagi travellers mancanegeara, Busan adalah perpaduan eksotis antara gemerlap kota metropolitan dan suasana pantai yang mendayu-dayu. Alhamdulillah saya berkesempatan mengunjungi kota indah ini 2 kali dan yang terakhir emang rada ngegembel ala ala.

DSC_1121cieilah… yuk kita simak sedikit ulasan mengenai objek wisata busan :

1. Heundee Beach Hyundee merupakan pantai yang terletak di distrik heundee, Busan. Yang menjadikan pantai ini begitu spesial adalah jaraknya yang sangat dekat dengan pusat kota Busan sehingga travellers bakal disajikan pemandangan yang rasanya sulit ditemukan ditempat tempat lain. bayangan gedung gedung pencakar langit seakan mabentengi pantai tempat travellers bisa menikmati sunrise indah kota Busan. suara pekikan seagul memekik keheningan pagi seakan bell dimulainya hari indah di Busan. Festival-festival bulanan seperti festifal seni pasir dan sandslidder menambah keindahan pantai yang satu ini.

DSC_1104

 

2. Guanggali Beach Keindahan suasana malam dari pantai ini akan teringiang dimemori travellers semua. Selain pantainya yang dikelilingi gedung pencakar langit busan namun pantai ini langsung menghadap salah satu ikon ternama Busan, Guanggali Bridge. Setiap bulan Oktober di pantai ini diadakan festival kembang api terbesar Korea yang dikenal sebagai Busan Firework Festival.

DSC_0548

3. Yongdusan Park & Busan Tower Yongdu sebenarnya adalah nama satu dari 3 gunung yang paling terkenal dan membentuk kota Busan. Dipuncaknya terdapat lonceng yang dibangun jepang pada masa kolonialisme kini telah disulap menjadi monumen monumen nasional untuk menghormati korban perang serta panglima-panglima perang. Di taman ini juga berdiri kokoh Busan Tower, salah satu ikon kota Busan. Dari puncaknya kita bisa menikmati indahnya kota ini mulai dari kesibukan pelabuhan Busan, semenanjung serta pulau pulau kecil di ujung cakrawala serta indahnya Gamcheon cultural village.

20140316_175312 DSC_075220140316_170242 4. Gamcheon Cultural Village Jejeran rumah penuh warna, hiruk pikuk pedagang otok, pameraan seni dan kesenian mural. Ya, semua kata itu bisa merepresentasikan Gamcheon Cultural Village. Untuk mencapai tempat ini travellers harus menaiki bis kecil di halte bus jagalchi market. Tempat ini cukup terkenal buat travelles yang punya passion fotografi karena ditempat ini banyak photospot yang menarik. 20140316_124245 20140316_124741 5. Nampo-Dong & (Busan International Film Festival) Nampo dong merupakan jalan di pusat kota Busan yang menjadi pusat perbalanjaan kota eksotis yang satu ini. Selain brand-brand ternama dunia, travellers juga bisa membeli douvenir-soouvenir khas Busan dan street food khas korea seperti bibimbab dan Murnongmyon.20140316_162921

6. Jagalchi Market Pasar ini merupakan pasar seafood terbesar di korea. Makanan laut yang dijajakan disini sangat segar bahkan sebisa mungkin ditangkap hidup-hidup mulai dari Hiu, lobster, gurita, berbagai macam ikan, sampai makanan semacam sea urchin. Bagi travellers yang doyan seafood bisa juga langsung makan siang atau malam langsung dipasar ini karena banyak juga kedai kedai yang menyediakan jasa pengolahan ikan dan bahan laut segar nom nom nom.

 

20140316_150009
DAEBAK!!

Advertisements

Voluntary Work in Daehaminguk

Standard

Pada minggu kedua kedatangan saya di negeri gingseng ini, international office Kumoh National Institute of Technology international student dari berbagai negara ditawari untuk menjadi bagian dalam voluntary activity. kebetulan berdasarkan deskripsi kegiatannya, kegiatan yang dilakukan kebetulan sangat menarik  yaitu memperkenalkan Indonesia kepada anak-anak sekolah sekalgus mengajarkan mereka berbahasa Inggris. setiap voluteer didampingi satu mhasiswa korea dan pendamping saya adalah mahasiswa bernama Shim hyo seob. Saya sudah tak sabar mengajar anak anak highschool korea hahahaha

Activity 1

kegiatan pertama dilakukan tanggal 16 april 2013. ternyata jauh panggang dari api. alasan utamanya adalah karena ternyata kesempatan yang diterima adalah mengajar di sebuah elementary school. Letak elementary school ini di suburb kota Daegu. Bisa dibayangkan kalau mahasiswa korea saja masih banyak yang kesulitan berkomunikasi dengan bahasa Inggris apalagi anak 4 SD nya!!!!! yah tapi dengan metode kuis dan game yang saya bawakan saya pikir mereka cukup mengerti apa yang disampaikan (NB : berkat Shim sebetulnya karena Shim menerjemahkan apapun yang saya ucapkan ke bahasa korea.)

DSC_0377DSC_0345

Anak-anak sangat interaktif dan antusias meski dengan keterbatasan bahasa. pertanyaan yang mereka ajukan pun cukup unik seperti apa pekerjaan orang indonesia, bagaimana bentuk rumah dan keluarga di indonesia atau bagaimana bentuk mobil di Indonesia. padahal mobil dimana juga yah gitu gitu aja -_- yah namanya juga anak anak..

Activity 2

Kegiatan kedua dilakukan pada tanggal 16 Mei 2014. Berkaca dari pengalaman pertama saya, saya lebih memfokuskan ke game lalu materi materi unik seperti lebaran, makanan makanan korea yang mirip dengan indonesia, hewan hewan apa yang ada diindonesia. Amunisi siap persiapan matang, namun lagi lagi ekspektasi jauh dari realita. anak-anak yang harus saya ajarkan bahasa inggris.. kelas 1 SD!!!! Wat?? yah mereka sangat lucu dan menggemaskan, tapi suasana presentasinya bak ricuh sidang DPR membahas UU tenaga kerja (lebay). setiap kalimat disela dengan pertanyaan secara bertubi tubi. pertanyaannya pun jauh lebih ngaco daripada presentasi yang pertama. “kakak, diindonesia ada srigala?” “ada babi gak disana kak?” “di laut ada ikan apa aja?” -__- hahaha yasudah lah, tapi kegiatan kedua ini sangat seru karena selain anak anaknya sangat menggemaskan tapi sekolah kali ini terletak di pinggir gimcheon di salah satu kaki gunung terkenal dikota tersebut. perjalanan 3 jam terbayarkan lunas dengan pemandangan yang disuguhkan. Daebak!

DSC_0923

DSC_0922DSC_0903

 DSC_0894

Activity 3

Kegiatan terakhir dilakukan pada tanggal 13 Juni 2014. Akhirnya dikegatan terakhir bisa presentasi properly karna kali ini yang saya sambangi Gumi middle school..ralat gumi GIRL middle school. Ya, semua murdnya perempuan loh :)) sampai ditempat kita disambut jeritan keras remaja wanita bak menyambut artis k-pop macam Yonghwa atau Kai EXO (serius ga dilebih-lebihkan). yah saya juga sadar ngga ganteng ganteng amat kok kami, tapi karena jarang juga mungkin mereka bisa melihat lawan jenis. hahaha

Bisa dibayangkan pertanyaan pertanyaan yang mereka tanyakan ngga jauh dari profil kita berlima, cowok cowok yang mereka anggap bidadara dari gunung olympus, tidak ada yang berkaitan dengan presentasi tentang Indonesia. “Umur kaka berapa?” “sudah punya pacar?” “bisa nyanyi gak?” “pernah ciuman gak?” -_-

DSC_1384

Dengan berakhirnya voluntary activity terakhir, berakhir juga petualangan misi budaya yang saya emban, memperkenalkan Indonesia kepada dunia. mungkin jauh dari ekspektasi namun saya bisa terus belajar dari pengalaman dan memaksimalkan peran saya untuk negeri dikesempatan mendatang. sedikit kenang kenangan, saya diberi sertifikat langsung dari dinas pendidikan pemerintah provinsi Gyeongsangbuk-do.

20140619_141535[1]

Namun, saya juga berkesampatan menjalani voluntary activity lain yang diselenggarakan English club sebanyak 2 kali, saya akan ceritakan di artikel lainnya. ^^,

 

 

 

 

 

 

Gerak Bro! korean version

Standard

Menjadi insan sehat mungkin suatu anugrah yang paling sering kita nikmati dan paling jarang kita syukuri, tentunya sampai kenikmatan tersebut dicabut.  Indonesia tercatat sebagai negara dengan penduduk yang paling jarang berolahraga, disusul negara tetangga singapura. Penelitian yang dilakukan oleh Fonterra dalam rangka menyambut hari osteoporosis dunia menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang paling tidak aktif di mana 68 persen respondennya menyatakan mereka berolahraga kurang dari tiga kali seminggu. Source : http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=199953

Survei juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia ternyata lebih suka mengisi waktu luangnya dengan kegiatan pasif untuk melepas stres, seperti menonton televisi atau film (57 persen), berkumpul dengan teman (49 persen) dan menghabiskan waktu bersama keluarga atau anak (45 persen). Sedangkan mereka yang berolahraga di waktu luang hanya sebesar 26 persen. source :http://us.life.viva.co.id/news/read/467287-studi–rakyat-indonesia-paling-jarang-olahraga

“It is health that is real wealth and not pieces of gold and silver.” – Mahatma Gandhi

Well, mari kita lihat di negara yang sekarang sedang jadi tempat ane berlabuh, south korea. Jujur, penulis belum berusaha mencari tentang data kesehatan atau mortalitas factor di korea. tapi yang saya alami kegiatan dan amati disini begitu luar biasa. bisa terlihat dengan mata telanjang bahwa antusiasme masyarakat untuk menjaga kebugaran dan kesahatanya bertemu dengan semangat pemerintah baik pusat maupun daerah untuk membangun infrastruktur yang menunjang. berikut fakta fakta lapangannya :

1. Alat-alat kebugaran gratis mudah ditemukan disetiap pojok jalan.

mulai dari ibu kota seoul sampai kota kecil seperti Hadong di daerah selatan memiliki standar yang sama untuk infrastruktur yang satu ini. banyak warga mulai dari anak-anak sampai lansia yang menggunakannya untuk mengisi waktu luang sekaligus menjaga kebugaran. daebak!

2. Cycling track dengan pemandangan yang luar biasa

Bersepeda merupakan salah satu cara memperkuat otot dan sistem rangka. Puluhan cycling track dibangun pemerintah korea selatan tentu saja dengan kelengkapan yang tidak main main. pos checkpoint dan reparasi, camping ground, binokular, serta jembatan-jembatan khusus sepeda dibangun tentu saja dengan budget yang tidaklah sedikit. pembangunan infrastruktur tersebut juga dibarengi dengan perencanaan tata kota yang baik sehingga sangat bersahabat untuk para pecinta sepedah.

3. setiap kota memiliki standar fasilitas penunjang kesehatan yang baik

Lapangan sepak bola, basket, gymnasium, running track, tenis, futsal dan sebagainya sangat mudah ditemukan seluruh kota dan sebagian besar terbuka untuk umum dan gratis. kebanyakan ditempatkan didekat lembaga-lembaga pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai tingkat universitas. disini penulis berkesempatan merasakan keramahan orang dari berbagai negara lewat olahraga. ^^,

Epilog

Seberapapun baiknya infrastruktur olahraga, semua kembali lagi ke diri masing-masing. Kenikmatan apapun yang ada didunia ini sesungguhnya akan sirna seketika disaat kesehatan kita dicabut. jadi yuk kita mulai biasakan “berkeringat”, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang. ^^

 

 

 

Jinhae, Korean Spring Paradise

Standard

Cuaca yang hangat bersahabat, bunga-bunga bermekaran tepat setelah musim dingin, festival-festival bermunculan di setiap sudut kota. Ya, apalagi kalau bukan musim semi. Untuk para travellers yang melancong ke korea, musim semi merupakan musim terbaik untuk menjalankan petualangan anda disini. Dan salah satu tempat terindah untuk travellers menghabiskan musim semi tak terlupakan adalah…. jinhae. loh kok bukan kota-kota besar seperti Busan atau Seoul? belum pernah dengar tentang jinhae ? tenang guys, jinhae memang kota kecil di selatan korea.

jinhae 2

jinhae 1

Letaknya yang berdekatan dengan Busan membuat sinarnya tertutup gemerlap kota Busan dan tempat-tempat shopingnya yang terkenal. kota kecil dipesisir pantai ini hampir tidak memiliki sesuatu yang spesial, sudut-sudut kota yang biasa, pesisir pantai yang penuh sesak akan nelayan, tempat menarik mungkin hanya jinhae tower yang jelas kalah total dibandingkan dengan megahnya Namsan (Seoul) tower, Busan tower ataupun Daegu tower. Tapi setiap tahun antara bulan maret dan bulan april kota ini disulap menjadi ‘surga kecil’ lewat festival spring cherry blossom terbesar dan terindah dikorea, Jinhae Gunhangje Festival. Jinhae sendiri memang terkenal karena memiliki jumlah pohon cherry blossom atau yang lebih familiar dengan nama sakura tebanyak bukan hanya dikorea namun juga dunia. Festival tahun ini berlangsung dari 1-10 april 2014. Berikut adalah spot-spot menarik yang merupakan primadona kota ini pada saat spring :

  1.  Gyeonghwa station.

Gyeonghwa station merupakan stasiun kecil di kota jinhae. Selain musim semi, stasiun ini mungkin hanya stasiun kecil yang tidak menarik perhatian.

gyeonghwa-stationNamun saat musim semi tiba rimbun cherry blosoom membentuk terowongan sakura sepanjang hampir 800 meter. Perpaduannya dengan rel kereta dan kereta api yang lalu lalang dengan perlahan menjadikan tempat ini semakin eksotis dan magnet para turis.

eab2bded9994ec97ad

20140402_120316

Selain menikmati pemandangan yang memanjakan mata, anda juga bisa menikmati jajanan gunhangje festival mulai dari honey waffle, kebab, atau jajanan khas korea seperti otouk. Nyam nyam ^^ sedikit tips dari kami : cobalah datang pada saat weekdays, karena pada weekends tempat ini akan penuh sesak oleh turis lokal yang berpiknik.

PicsArt_1396412962162

2. Mt. Jehwang Park Monorail & Love stairs.

Mt. Jehwang adalah bukit dipusat kota jinhae. diatasnya berdiri kokoh jinhae tower dan terbentang Mt. Jehwang park yang indah, tempat anda bisa melihat seluruh kota jinhae dan keindahan pelabuhan nelayannya. Untuk menaiki bukit ini ada 2 jalan yaitu menaiki monorail dan menaiki tangga ‘1 tahun’. Tenang.. tenang.. yang dimaksud satu tahun bukan durasi waktu kita menaikinya namun jumlah anak tangga nya yang berjumlah 365 seperti jumlah hari dalam satu tahun. Di sepanjang tangga ini juga banyak spot-spot romantis untuk bersantai menikmati keindahan kota jinhae.

Selain menaiki tangga tersebut anda bisa menaiki monorail. Harga tiketnya pun cukup terjangkau yaitu 2000 won untuk sekali jalan. Tips : untuk menghemat energi saat menaiki Mt. Jehwang belilah tiket monorail. Lalu kita bisa menikmati tangga ‘1 year’ ketika turun.

20140402_15585020140402_165252

3. Yeojwacheon Romance Bridge

Yeojwacheon Romance Bridge merupakan rangkaian jembatan kayu yang menyebrangi ‘selokan’ kecil di dekat jinhae station. Namun jangan terkecoh, selokan ini sangat bersih dan tertata dengan sangat rapih. Macam-macam bunga seperti aster kuning dan putih menghiasi pinggiran sungai kecil ini. Namun lagi-lagi yang menjadi atraksi utama adalah terowongan cherry blosoom yang terbentuk sempurna menaungi jembatan kayu dibawahnya, membuat suasana menjadi sangat romantis.

cherry-blossom-festival-in-jinhae-8-jpg

Saat festival gunhangje berlangsung ornamen ornamen seperti lampion, payung dan hiasan-hiasan lainnya membuat pesona tempat ini memancar baik disiang maupun malam hari.

cherry-blossom-festival-in-jinhae-5-jpgYeoJwaCheon II

4. Jinhae tower

cherry-blossom-festival-in-jinhae-6-jpgtempatnya yang berada di sebuah kota kecil di selatan korea mungkin membuat kita semua menganggap remeh menara yang satu ini. Pemandangan malam hari dipuncak menara ini mungkin kalah dengan pemandangan gemerlap kota seoul diwaktu malam. Namun bisa dibilang sunset di puncak menara ini merupakan yang terbaik di korea. Bagaimana tidak, perpaduan antara daratan dan pulau kecil di sepanjang semenanjung korea, pemadangan laut lepas serta aktivitas nelayan dan kapal kargonya, semua dipadukan dengan hamparan karpet merah muda cherry blossom dari kota jinhae yang eksotis. Ya, Spektakuler!

 20140402_171257 20140402_171835

5. Jinhae Fire Work Festival

Puncak perayaan Gunhangje festival adalah jinhae firework festival yang biasanya diadakan pada tanggal 2 april 2014. Setelah seharian berjalan jalan menikmati kota jinhae, mata travellers akan dimanjakan dengan atraksi tarian api dan firework yang indah selama durasi 40 menit.

20140402_202111 20140402_202058 20140402_202046

Tips : datanglah lebih awal, karena untuk medapatkan spot tempat yang strategis karena turis lokal akan memadati area pesisir pantai untuk menikmati moment spring tahunan terbesar di korea yang satu ini.

Nah terakhir, buat kamu para traveller yang ingin bermalam dengan harga yang murah jangan lupa untuk mampir dan menginap di sauna khas korea yang disebut jimjilbang, untuk lebih jelasnya klik disini.

Intinya jika berkesempatan berkunjung ke korea pada bulan april, Jinhae merupakan destinasi wajib yang harus dikunjungi karena panorama dan keindahan cherry blosoom yang spektakuler. Semoga bisa mengulas destinasi lain di kesempatan selanjutnya. Daebak!

Source :

Dokumentasi Pribadi

http://english.visitkorea.or.kr/enu/SI/SI_EN_3_6.jsp?cid=1630721

http://www.boomsbeat.com/articles/736/20140302/50-impressive-photos-of-the-cherry-blossom-festival-in-jinhae-korea.htm

http://discoveringkorea.com/090324/jinhae-cherry-blossom-festival/

“Biasa”

Standard

Ini postingan pertama, namun sudah lama jadi renungan selama ini. kita semua sedikit banyak pasti sudah menghadapi “senang” dan “sedih” nya dunia bukan. banyak hal seperti lulus perguruan tinggi negeri, kena PHK, kena sanksi pendidikan, dapet THR, istri melahirkan, dapet promosi, tidak mencapai target dan masih banyak lagi. ngga usah dikategorikan mana yang “senang” dan mana yang “sedih” kita semua sudah bisa dengan mudah membedakannya bukan?

sekarang coba sekarang kita bayangkan 3 jam kebelakang dari detik anda membaca postingan ini. apakah mengalami salah satu hal yang sebutkan diatas? atau adakah momen besar dalam hidup yang terjadi pada rentang waktu itu? bisa jadi 99% jawabannya tidak ada apa apa. Karena kalau ada mustahil dengan santainya baca postingan orang cupu yang satu ini. hahaha

Ya, justru sebagian besar dari hidup kita adalah rutinitas sederhana yang sangat ‘Biasa’. Sarapan, berangkat sekolah, ibadah shalat 5 waktu bagi yang muslim, bercengkrama dengan teman teman, tidur, dan bahkan buang air. hahaha bener toh? tertawalah, karena dari titik ini kita semua mungkin telah salah.

Menurut saya, Orang hebat bukan orang yang banyak mendapatkan “senang”-nya dunia

Dan bukan orang yang gigih, tegar dan tangguh menghadapi terjangan “sedih”-nya dunia.

Bukan juga orang yang memiliki pengalaman banyak mengarungi keduanya dibandingkan orang lain kebanyakan.

Lalu siapa yang pantas disebut hebat?

Bagi saya orang hebat adalah orang yang menjalani hidup dan sangat sedikit memandangnya sebagai hal yang “biasa”

Ya.

Dia menjalani dunia seperti rutinitas orang kebanyakan, dia makan, bernafas, tertawa, belajar, melihat, duduk…, tapi di setiap nafasnya dia hadirkan rasa syukur akan apa yang rasakan detik itu diatas alam sadarnya. dia memikirkan perjuangan petani saat mengunyah nasi bungkus makan siangnya.

mengingat kasih sayang ibundanya selama ini setiap ia menyentuhkan dahinya ke punggung tangan ibunya setiap hari, mengingat proses fotosintesis saat dia melihat daun, saat berpapasan adik kecil lucu ia mendoakannya agar menjadi anak yang cerdas dan berbakti. saat terjebak macet, tanpa harus mengeluh ia berfikir keras bagaimana dia akan mengurai macet jika suatu saat nanti ia menjadi pengambil keputusan terkait. setiap panca indranya peduli dan terus bergerak mencari hikmah. setiap fenomena kehidupan ia hadirkan diatas alam sadarnya.

Setiap nafasnya adalah renungan, doa, usaha dan solusi.

Dan Baginya dalam hidup ini tidak ada hal yang “biasa”

semoga suatu saat nanti kita semua bisa menjadi seseorang semacam itu. sedikit demi sedikit..